Kalau detik bisa membeku, aku rela menghentikan waktu hanya untuk menikmati senyummu lebih lama. Sayangnya detik selalu cepat berlalu, kebersamaan kita hanyalah kepulan asap yang siap dihancurkan angin. Sejenak ada, menggumpal, lalu hilang dan melebur

Tirtasya.

Surabaya, 26 desember 2013 .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s