Katanya

Pada saat jingga tiba,
Terjadi kegaduhan,
Warga kota berkerumun,
Menerka nerka masa lalunya.

Kemudian tiba juga,
Iring-iringan kendaraan besi,
Bukan kereta kuda,
Seperti yang mereka kira.

Lalu mereka tertawa,
Zaman sudah berubah, katanya.

Negeri kita merdeka,
Dari darah dan airmata,
Tapi tidak merdeka,
Dari mereka yang menyiksa,
Menghabiskan negara,
Dengan tawa-tawa iblis neraka.

Ini indonesia,
Negeri yang kaya raya,
Katanya.

Surabaya, 7 november 2015.
– tirtasya, penyair amatir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s