Cerita Cinta yang Berakhir Bahkan Sebelum Pernah Dimulai

Aku sedang menyunting beberapa memoriku yang telah kupendam dalam, rupanya sedikit berdebu. Akan sedikit kupoles agar ia berkilau lagi. Selamat Jatuh Cinta! Kalau tidak dapat bagian cintanya ya nikmati jatuhnya, hehe.

Prolog

Merespon Ruang.

Hari dimana dia datang,
Dan ku rasakan jatuh cinta.

Pada kedua bola mata yang kecil kelopaknya.

Hari dimana dia datang,

Sebagai yang ku pikir jawaban akan segala doa-doa.

Pasrahkan saja,

Gantungkan namanya dalam doa.

Surabaya, 7 November 2017.

 

Lepaskan Saja.

Jatuh cinta tidak semestinya datang secepat kereta jepang, tapi hati tau kapasitasnya masing-masing. Bisakah getaran itu diawali dari pertemuan pertamanya setelah hanya bisa mengagumi selama bertahun-tahun?

.

Jadi bagaimana?

Surabaya, 9 November 2017

 

Sebuah Gambaran Tentang Angan – Angan.

Dalam rindu, kenangan berfungsi sebagaimana mestinya. Kadang pengisi memori tidak diawali dengan sentuhan dan pelukan, tapi diawali dengan tawa dan tingkah-lakunya.
Dalam rindu, menulis juga berfungsi sebagaimana mestinya. Kadang ada kepalsuan didalamnya, rindu memaksa otak kita untuk mengenang yang indah-indah saja. Misal, saat dia sibuk dengan hidupnya dan dengan santai kamu hanya menatap matanya yang tengah sibuk sambil berdoa untuk memilikinya.
Surabaya, 13 November 2017

Hey! Ini Baru Prolog.

Pada akhirnya rindu menggerutu,

Bagaimana bila ini sepihak?

Mampukah dia menahan diri untuk tidak melampaui batas?

Apakah dia mampu mencinta hanya pada sedikit memori yang disematkan pada ribuan file dikepalanya saja?
Surabaya, 19 November 2017

—–

Episode 1 – Ingin Mengakhiri yang Belum Dimulai

JANGAN BERLEBIHAN!

Kau tidak benar-benar pernah mengenalnya, dan tidak semua orang bisa menerima kebiasaanmu. Inikah jalan untuk memudarkan angan-angan?

Surabaya, 29 November 2017

—–

Episode 2 – Berpikir Untuk Melangkah

Jatuh cinta atau tidak itu urusan individunya masing-masing. Mereka punya cara pengendalian diri yang berbeda, masalah kau terima atau tidak itu bukan ranahmu. Jadi bersyukur saja meskipun ia datang tanpa permisi.

Kau jangan mengomel, memang seperti itu seharusnya. Kau tidak perlu datang memasang paras bidadara seolah membalas perasaannya. Cukupkan saja porsimu dengan jadi dirimu sendiri. Perihal bagaimana perasaannya setelah semuanya terjadi, masih juga bukan ranahmu. Suka atau tidak itu adalah haknya.

Jatuh cinta bukan sesuatu yang mengganggu, bila memang iya mungkin tidak akan ada orang yang akan berani melakukannya. Lagipula hakikat dari jatuh cinta ya mencintai, bukan menuntut sebaliknya. Dan satu hal yang perlu kamu ingat, seperti kata Efek Rumah Kaca “jatuh cinta itu biasa saja

Surabaya, 2 Oktober 2017

—–

Episode 3 – Menunggu Bunga Merekah

Dan luka-luka itu tumbuh dewasa dengan sendirinya.

Tidak bisa ditawar lagi, merekah bagai bunga matahari yang tak ikut tenggelam meski panutannya padam.

Surabaya, 8 Desember 2017

—–

Episode 4 – Aku Percaya Tidak Ada yang Sia-Sia

Memang seperti itu caranya tumbuh, dengan menyakiti dirinya sendiri.

Merangkak dan berduri,

Mari saling bersentuhan, mari saling menyakiti,

Agar aku tidak sendirian.

Surabaya, 12 Desember 2017

**

Kubiarkan diriku tersayat dengan luka cukup dalam.

Mari kita saling beradu ego, siapakah yang paling jahat.

Aku yang tega menyakiti diri sendiri,

Atau kamu yang hanya duduk diam mengamati kelakuanku.

Surabaya, 15 Desember 2017

**

Matamu adalah binar yang paling tajam.

Menenangkan juga menakutkan.

Letakkan aku ditempat paling dangkal dimana kau bisa mengakhirinya dengan sekejap.

Surabaya, 18 Desember 2017

**

Aku belum lelah menabur rindu dan kata-kata luka yang kau semaikan,

Akan kuhidupi sampai entah kapan.

Kalau kau tidak repot nanti, bolehkah kuminta kau tengok titipanku sendiri?

Jangan biarkan benih-benih ini tumbuh tanpa mengenal siapa penyemainya.

Surabaya, 20 Desember 2017

—–

Episode 5 – Cukup Sulit Untuk Dijabarkan

Pada saat itu, ada satu yang tak bisa kulakukan. Menyimpan tawamu lebih lama, agar rindu ini tak perlu ada.

Tapi waktu sudah berlalu, masihkah boleh aku menyimpannya disana?

aku pikir, aku jatuh cinta; tapi akupun juga terluka. cukup rumit  untuk aku jabarkan.

**

Pada bait puisi yang kucipta,

Kelabu jatuh menuai rindu yang kuselipkan pada sela-sela jemarimu.

Surabaya, 27 Desember 2017

**

Aku baru ingat pelajaran berharganya, sesuatu yang dirasa tidak benar dari awal memang tidak patut untuk dipaksa hidup. Tapi jemariku terlalu bebal, ia lebih mencintaimu ketimbang aku; tuannya sendiri

Surabaya , 29 Desember 2017

—–

Episode 6 – Langkah-Langkah yang Tak Ingin Menyerah

Seperti yang sudah-sudah. Raga ini selalu ingin menyerah tapi hati tak sanggup. Aku dilahirkan oleh seorang petarung, dan seperti itulah aku harus tumbuh.

Kuat penuh ego, tetap melangkah meski harus terjatuh berulang-ulang.

**

Persiapkan dirimu, ada hati yang harus kau curi dan kau miliki.

Surabaya, 30 Desember 2019

—–

Episode 7 – Mencoba Meramalkan yang Tak Sanggup Diluapkan.

Seseorang pernah bertanya kepadaku tentang apa yang aku sukai saat malam tiba, lalu aku menjawabnya tanpa berpikir. “sepi, dan aku bebas mencintainya sebagaimana mestinya.”

**

Untuk detik yang pernah kulalui bersamamu tak henti kusyukuri juga kugerutui, mengapa harus ku sebut kenangan dan begitu cepat pula ia berlalu tanpa pernah memberiku kesempatan untuk berencana menyusunnya ulang.

Surabaya, 31 Desember 2019

—–

Episode 8 – Kehebatan Mempertahankan Apa yang Telah Dimiliki

Dan kau entah ada dimana, aku tak ingin mencari tahu.

Aku hanya, ingin menjatuhkan hatiku tanpa pamrih.

Kupilih kau, sebagai tuan yang kurindukan tanpa sebab.

Tanpamu, aku baik-baik saja.

Karena rindu ini, aku yang cipta.

Ia akan terhenti tanpa ada yang terluka.

Surabaya, 28 Februari 2018

—–

Episode 9 – Menyatakan fiksi? atau Memfiksikan nyata?

TIDAK MATI! IA TUMBUH SUBUR

KUAT!

DIPUPUK RINDU, DISIRAM INGATAN.

Pada kenyataannya, tidak kubiarkan pergi begitu saja.

Surabaya, 1 maret 2018

—–

Episode 10 – Apa Kamu Suka Puisi?

Aku sudah lama ingin menuliskannnya untukmu, tapi sebelumnya aku akan bertanya.

apa kamu suka puisi?

jika tidak, berarti kau tidak mencintaiku; tapi tak apa, bukan itu intinya.

 

Kau tau, jatuh cinta dan mencintai tidak butuh timbal balik, biarkan dia jadi fiksi yang didamba jadi nyata. atau biarkan dia sekedar jadi kenyataan yang cuma bisa jadi fiksi.

paham tidak? jika tidak, kau benar-benar tidak mencintaiku.

 

Tapi sekali lagi tak apa, aku tidak benar benar peduli akan itu.

aku juga tidak muluk-muluk ingin kau nikahi, hidup bersama atau semacamnya.

 

Aku haya ingin jatuh cinta, medebarkan jantungku tiap kali menatapmu, tersenyum seperti orang gila saat menerima pesan darimu.

aku cukupkan sendiri.

“apakah aku sudah gila?”

aku rasa iya, tapi bisa juga tidak.

kalau kau rasa aku gila, kau benar-bear tidak mencintaiku.

dan memang seperti itu seharusnya.

 

“apa kau suka puisi?”, aku bertanya sekali lagi.

jika kau bilang tidak; beruntunglah, yang kau baca ini bukan puisi.

tapi perasaanku yang entah fiksi, entah nyata.

kau putuskan sendiri bagaimana baiknya.

Surabaya, 01 Maret 2018.

—–

Episode 11 – Meminta Sebuah Jawaban

Dari 1-10 bagian yang kuceritakan untukmu, mana yang lebih kau sukai? Bagian kebingunganku mencintaimu? Atau bagian keinginanku pergi dari itu?

Surabaya, 10 Maret 2018

—–

Episode 12 – Meledakkan Perasaanku

Dan bahagia ini begitu sederhana,

Mendengar satu patah kata darimu saja sudah cukup membuatku berbinar, apalagi satu kalimat; Bayangkan saja.

Surabaya, 6 april 2018

—–

Episode 13Aku Mengirim Senja Untukmu Kekasihku

Kali ini sudah keterlaluan,

Aku sudah mantab menelan keegoisan.

Kali ini aku serakah, sungguh serakah.

Barangkali diriku ini cuma serpihan debu yang diterbangkan angin kesana kemari; pada matamulah aku ingin berhenti.

Aku ingin merasa apa yang engkau rasa; aku ingin melihat apa yang engkau lihat. Manusiawi bukan?

Tahap jatuh cinta memang tak habis-habis terucap; kalau kau saja bosan apa lagi aku.

Aku lebih malang dari sukab yang malang.

Aku lebih jalang dari chairil anwar si binatang jalang.

Aku sungguh tidak tahu diri.

Tak tahukah engkau betapa mirisnya jadi aku.

Aku beruntung telah memilikimu,utuh; atau lebih tepatnya aku beruntung telah memiliki rasa yang kutimbun hingga menumpuk dan menjajari gunung tertinggi di dunia untukmu.

Tapi barangkali aku ini cuma kau anggap anak-anak yang lari kesana kemari tak kenal lelah. Kau ada benarnya juga.

Aku lelah; aku ingin menyerah tapi tak ingin.

Barangkali perasaan ini seperti lembar surat, entah ada berapa juta eksemplar buku yang sudah kupenuhi dengan namamu.

Tapi surat juga tidak ada pentingnya.

.

Bagaimana senja yang kukirimkan melalui cerita seno gumira kali ini? Apa kau sudah menikmatinya? Apa kau menikmatinya sama seperti aku menikmatinya pula?

Surabaya, 10 April 2018

—–

Episode 14 – Akhir Dari Kebohongan Belaka

Selesai sudah masalah fiksi-fiksi dan kenyataan macam tai itu,

Aku sudah usai. berakhirlah semua dengan damai.

Mari beristirahat dengan tenang, dengan tidak saling membenci dan saling menyesali.

Saatnya aku tutup buku 🙂

Surabaya, 26 mei 2018

—-

Episode 15 – Terakhir – Berterimakasih Tidak Terkira.

Untuk pertama-tama, saya ucapkan terimakasih. Terimakasih telah tidak memilihku dan membiarkan perempuan lain memilikimu di atas hukum sah negara kita. Terimakasih telah membantuku mengakhirinya dengan rasa syukur, meskipun bukan aku orangnya.

**

Waktu akan terus berlalu, begitu pula perasaanku.

Perihal bagaimana caranya, pasrahkan saja pada waktu.

Menyembuhkan luka bukan tentang bagaimana melupakan saja, tapi mengiklashkan juga.

Mengingat lagi kala jatuh cinta saat itu….. aku rasa aku menyukainya.

**

Selamat atas pernikahanmu bulan depan, aku akan datang. Semoga tidak ada kesempatan lagi untuk kita membahas apa yang belum kita selesaikan.

Surabaya, 20 September 2018.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s