Harus kucari kemana kamu ini, kalau kamu saja sengaja hilang biar nggak aku temukan?

Melakukan perjalanan adalah salah satu caraku untuk menemukanmu yang hilang dalam puing kenyataan.

Setelah kepergianmu kapan lalu.

Aroma parfummu itu menjadi satu-satunya sentakanku untuk mengingatmu ulang.

Jaket kusut yang kau selimutkan pada tidurku malam itu juga enggan kucuci ulang.

sangat sialan!

Aku dihadapkan pada dua sisi yang saling berbenturan, mencari dan membenci segala hal tentangmu secara bersamaan.

Kamu sangat tahu daripada duduk di cafe seharian, aku lebih suka jalan-jalan; sekedar naik motor mengelilingi kota yang macet sambil menyanyi kencang-kencang adalah wisata murah yang dulu sangat sering kita lakukan.

Pergi kemana kamu ini sayang?

Pernah suatu hari pas aku ke jogja; di kereta aku melihat yang sepertimu dalam sebuah buku karya penulis kesukaanku, manis dan romantis. Tapi nyatanya bukan.

Pernah juga aku melihat yang sepertimu dipinggir jalan sedang beli rokok waktu aku ke serawak sendirian, nyatanya bukan juga.

Pernah juga pas aku melancong ke pantai klayar; aku melihat yang sepertimu berlari ke ujung pantai sambil berteriak “paman, ada ikan tuh nyangkut” pada bapak yang sedari tadi melamun memandangi laut, nyatanya juga bukan.

Ini kamu yang ada dimana-mana, atau aku yang mengadakanmu dimana-mana sih?

Sayangku,

Hari ini aku mau pulang ke surabaya, ini adalah perjalananku yang kesekian, tapi kenyataanmu masih juga kupertanyakan ulang.

Surabaya, 18 juli 2020.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s