Kegilaan-kegilaan ini tumbuh dari benih cinta yang sempat kutanamkan berbulan lalu.

Wanitamu ini sungguh keterlaluan, betapa mudahnya dia dibakar hidup-hidup oleh api kecemburuan yang sepersekian detik disulut oleh kebodohannya sendiri. Tunggu, setelah kamu membaca paragraf ini jangan berfikir kedepannya teks ini ada untuk berbagi kebencian ya!

Aku bercerita dengan hati yang berdegup kencang seperti akan ada lonjakan misterius yang muncul dari perut bumi. Ketakutan yang besar, juga penasaran yang berlebihan membuatku engap dan susah bernafas kali ini. Menyebalkan, juga menyenangkan. Bukan pengalaman baru untukku, tapi aku selalu suka jika perasaan seperti ini datang kembali.

Kalau keberadaanmu sekarang ada di mars dan aku ada di pluto, mungkin akan segera kuserahkan diriku pada ilmuan sebagai bahan percobaan melintasi planet biar bisa memelukmu erat-erat sambil membisikkan “jancuk kamu ya!” pada kedua telingamu. Tapi kalau dalam perjalanan aku sudah habis napas ya gapapa, setidaknya penyataanku ini akan membuatmu terus ingat bahwa ada aku yang bodoh ingin menghampirimu hanya untuk mengumpatkan sesuatu karena kesal dan rindu.

Kamu ini sungguh seperti riak air yang timbul karena aku melemparkan batu kecil. Ingin kulihat karena keren, tapi aku sedih juga karena ngga puas kamu cuma kelihatan sebentar. Padahal di lain sisi juga ada ikan yang kesakitan didalem sana, kena timpuk batu mungkin ya.

Aku suka memintamu membandingkan aku dengan wanita-wanita yang kau ceritakan menarik, biar saja kekanakan. Aku memang suka membakar tubuhku sendiri kubilang.

Aku ingin bermanja-manja dan memilihmu sebagai penghiburan besar alih-alih diberi Tuhan emas puluhan kilogram sesudah aku melakukan sebuah kebaikan.

Aku ingin memberikanmu jutaan kata yang bisa kucicil penuh dari detik-perdetik nyawa yang diberikan Tuhan untukku, aku ingin memberikanmu dan menuliskanmu sebagai sesuatu yang paling indah dimuka bumi. Aku ingin mengabadikanmu sebagai permata yang kusematkan pada salah satu baris namaku, supaya bisa kubawa kemana-mana tentunya.

Terkadang kamu lebih menyebalkan dari anak kecil yang menjadikan kucing lucu sebagai mainan. Mereka membuatku geram dan ingin mencubit lengannya sampai lebam. Dan kamu jauh lebih menyebalkan dari itu, tapi sayangnya kamu mudah sekali aku maafkan.

Aku padamu seperti manusia yang belum pernah mencicipi buah persik, sangat penasaran tapi mendekatinya saja membuat manusia itu bersin tak karuan. Atau, aku padamu seperti dua anjing yang baru dipertemukan dan berusaha saling mengenal tapi terlalu takut untuk mendekatkan diri satu sama lain.

Hidup ini terlalu misteri sayangku,

Siapa yang akan tau kalau di kehidupan selanjutnya kamu akan terlahir jadi tiranosaurus rex dan aku akan terlahir jadi virus corona. Mereka menyuruhmu mencuci tangan sesering mungkin supaya tidak tertempel olehku. Tapi apadaya, tanganmu terlalu pendek untuk menjangkau aliran sungai. alhasil? kamu tahu kan apa yang aku maksudkan?

Malam ini aku hanya ingin mengumpat-umpat sambil tertawa berlebihan membayangkanmu membaca teks ini tanpa pernah membayangkan bagaimana reaksimu setelahnya.

Aku harap sesudah ini kamu bisa tidur nyenyak ya, salam jauh dari pluto.

Surabaya, 21 juli 2020.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s