halo, selamat malam.

Selamat malam, dariku yang sedang berkesusahan,

Kamu setuju tidak bahwa pada kenyataannya jarak yang kau bangun adalah kekecewaan yang bekerjasama dengan kekacauan yang ada dikepalamu? sedangkan kamu sendiri adalah sang pemilik api yang kelupaan dimana menyimpan air untuk memadamkan bara yang sudah terlanjur kau sulutkan.

Sudah selarut ini lalu-lalang kendaraan masih bising ditelingaku, aku masih membayangkanmu duduk di bangku depan rumah dengan wajah bersih dan bersinar; sangat tanpan hingga aku tak mampu mengedipkan mataku sedetikpun.

Semalam aku lihat media sosialku banyak berita penipuan. pegawai menipu majikannya, pemerintah menipu rakyatnya, pembeli menipu penjual yang buta. dan masih banyak lagi.

Sayangnya, keresahanmu bisa kutangkap dengan baik. ingin sekali aku menangkap mimpi dan melabuhkannya ke bibirmu. supaya kau berhenti mengoceh dan fokus saja kepadaku yang sedari tadi sibuk menyiapkan sereal untuk menyuapimu.

Sereal sudah dikunyah dan susu habis ditenggak, senyumannmu masih menghias manis sambil berucap terimakasih,

Sedangkan dikepalaku masih ada juga bising-bising pertanyaan. Sebenarnya, kau masih mencintai aku atau tidak?

surabaya, 18 juli 2020.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s