kata-kata ini terlalu kering hingga melukaiku setiap kali aku membacanya.

Dua tiga bulan belakangan, aku rasa cinta mulai tergerus habis.

kita sudah tidak berbicara lagi tentang bagaimana hidup kita nanti.

kita juga sudah tidak berbicara lagi tentang makanan apa saja yang sudah kita masukkan kerongkongan kita masing-masing.

kita berdua hanya sibuk, bermain juga tidur bersebelahan.

Sore ini, masih tidak ada cahaya masuk.

jelas, karena kamar kita memang tidak ada ventilasi.

namun aku bisa merasakan mendung hebat diluaran sana, dingin sekali hingga aku menggigil tak karuan. lalu tiba-tiba aku demam, juga napasku engap-engapan.

genting sudah mulai berbunyi, aroma basahnya merasuk ke pangkal hidungku.

namun juga tak dapat kulihat jejak kakimu. hanya denting jam yang menjelma keheningan.

Rupanya kau memang sudah memilih pergi, tapi tak juga aku bisa ucapkan selamat tinggal.

maret, 2020.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s