Dua puluh ribu tahun bersamaku apa kau sanggup melakukannya?

Aku ingin punya banyak waktu untuk membaca ribuan puisi cinta demi bisa menuliskan satu saja puisi berkesan yang akan merasuk juga menusuk jauh kedalam sukmamu. Aku ingin melukainya lebih daripada pesakitan yang diberi kolesterol pada jantung pasiennya. Supaya kau ingat aku terus menerus. Supaya kau ketergantungan aku selama lamanya.

Aku ingin menempel padamu bak celana dalam yang enggan kau lepas kalau keluar dari rumah. Aku juga ingin menempel padamu bak kutu pada rambut, tapi jangan sekali sekali kau berfikir ingin menggunduli kepalamu supaya aku pergi. Karena upayamu akan sia-sia. Nanti aku akan berpindah dari rambut ke bulu ketek, atau kalau perlu aku pindah ke bulu.. ehem. Aku ingin menempel padamu seperti pigmen pada kulit, semakin terbakar semakin membaralah aku dan membekas lebih lama di tubuhmu. Aku kadang juga kepikiran untuk menempel padamu bak tai yang meskipun diputus potong berulang-ulang tapi tetap ada terus di perutmu.

Namun tidak juga aku bernyali melakukannya, aku ingin menawarkan yang manusiawi saja. Bagaimana jika aku memasakkanmu makanan italia yang kamu belum pernah coba? Aku ingin memodifikasikan hal yang paling menarik diluar sana dan memberikannya padamu. Supaya kau ingat juga pemberianku. Supaya tidak ada aku-aku yang lain setelah ini. Aku cuma aku yang terakhir dan akan terus saja menempel pada tulang belikatmu. Kau seretku kesana kemari, melompat zebra cross juga melintasi ribuan kilo trotoar yang akan kau jalani mulai esok hari.

Asal kau tau saja, aku juga tidak ingin kantuk. Namun mustahil benar jika aku mengusirnya jauh-jauh dari tubuhku. Yang relasional adalah tetap tidur tapi tetap disampingmu juga. Agar nanti ketika aku membuka mata dan aku merengek tetap ada kamu disisiku. Juga sebaliknya. Siapa tau nantinya aku tidak akan jijik lagi terhadap iler dan bau busuk kentutmu. Mungkin juga nanti aku akan terbiasa dengan tingkah tololmu yang suka nyelonong kamar mandi pas aku tengah asik berak. Bahkan bisa juga nanti kamu jadi 2x lebih malas dari biasanya akibat aku mengajakmu tidur terus menerus.

Banyak kemungkinan aneh yang selalu ingin kulakukan bersamamu. Termasuk aku ingin kamu menyukai semua musik yang aku lantunkan agar kau tau semua isi hatiku. Aku ingin kau membaca semua buku yang aku baca agar kau mengerti bagaimana cara aku berfikir. Aku juga ingin kau sibuk dengan kegiatan merawat kucingku seharian, bahkan juga saat aku ingin pergi sendirian. Untuk melakukan itu semua, aku butuh setidaknya dua puluh ribu tahun. Kira-kira apakah kau bersedia hidup denganku sebegitu lamanya?

Nanti aku janji akan kuhidupi kamu dengan ribuan merk mi instant pake telor supaya aku ngga lama-lama meninggalkanmu didapur. Atau, kamu mau ikit saja sambil melingkarkan tanganmu dipinggulku ketika aku memasak? Begitu juga boleh.

Surabaya, 23 Januari 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s