Buntut perkara kalah bertaruh bertahun lalu.

Hidupku sudah jauh dari perapian yang hangat

Segala yang ada di hadapanku hanyalah setapak kering

Yang tak henti aku langkahi

Jauh-semakin jauh

Dan tersesat.

Aku pernah membangun tenda

Dan tidur dibawah hujan sambil menangis tersedu-sedu

Doa doa yang kulantun begitu magis

Syahdu mengalir tanpa henti ke pelupukku sendiri

Kau peluk tenangkan aku;

Sedang aku menikmati basah dingin ini dengan kedalaman tak terhingga.

Dan aku menyukainya.

Bunga telah tumbuh cantik diladang yang kau tanam

Sedang kini ia tertidur pulas menanti giliran

Tidak ada yang perlu kau kawatirkan.

Hatiku, akan terus berada pada tempatnya.

Ara.

Surabaya, 13 juli 2021.

(Telah direvisi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s