Kapal puisi di kedalaman lautan.

Di kotaku, tidak ada musim semi.

Tidak ada bunga bermekaran.

Tidak juga ada daun-daun berguguran.

Ketika bunga bermekaran,

Semua orang memetiknya

Satu-persatu.

Aku tidak menginginkan kematian

Tapi aku juga ingin membawanya pulang.

Aku menginginkannya.

Bisakah dia hidup hanya pada vas cantik yang kusiapkan di atas meja kerjaku?

Akan kusiram dia dengan puisi,

Dan syair kesendirian.

Surabaya, 13 juli 2021.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s