Selayaknya merindu

Sesudahnya kau pergi, hatiku kehilangan pilar-pilarnya. Aku membiarkannya usang; biar jadi bangunan tua kubilang. Nyatanya, masih ada saja sebagian dari diriku menambahkannya pondasi. Supaya kuat menopang rindu katanya. Nafasmu sudah habis, ragamu sudah hancur; tapi memoriku tidak. Ia tak berhenti memberontak, kamu tahu? Aku sangat sangat bersyukur. Tuhan memberikanmu untukku, untuk menjagaku selama beberapa saat. … Continue reading Selayaknya merindu

Kenangan-kenangan yang tak ingin kubuang sampai akhir.

Ranjang ini telah hampa, kosong dan berantakan. Aku cukup tau hobimu yang tak suka tidur dengan seprei itu, tapi tidakkah kau berpikir untuk membereskannya sebelum kau pergi meninggalkanku? Ah sial, aku menggerutu lagi. 29 juli 2017. Aku bahkan masih ingat kau bilang terlalu lelah dan ingin memejamkan mata sejenak. Aku tak berfikir panjang, kubiarkan kau … Continue reading Kenangan-kenangan yang tak ingin kubuang sampai akhir.