Beberapa tahun kedepan, teks ini adalah aku yang akan terus menghantuimu.

Aku mengikat diriku Pada jala panjang yang dilemparkan nelayan putus asa Mereka mencari ikan demi sesuap nasi Aku mengarungi kedangkalan untuk mencarimu yang entah ada dimana Kedalaman laut yang pekat ini menyesatkanmu Dan hanya itu yang aku ingin tau Kadangkala aku ingin menjelma putri duyung Yang terus menerus menangis Melahirkan mutiara indah yang bisa kau … Continue reading Beberapa tahun kedepan, teks ini adalah aku yang akan terus menghantuimu.

Tubuh yang terluka

Senja menyambutmu pulang Bersama polusi udara yang memekat Dedaunan bergesek melantunkan melodi pilu Kawanmu bergunjing tentang derita Yang kau semai pada tubuh perempuan tak berdosa Isi kepalamu adalah tanda seru Yang sibuk mencekik lehermu sendiri. Tidak ada apa-apa didalam dirimu Tubuhmu adalah penyesalan Yang bahkan tidak ingin Ia lahirkan ulang. Kau mencariku ke seluruh penjuru … Continue reading Tubuh yang terluka

Menulis dendam begitu cantik, sampai aku tidak sadar bahwa ini berisikan doa-doa yang tidak pantas.

Bagaimana, sampai dijudul ini apa sudah dapat intinya? -- Pagi ini aku masih terbangun oleh dendam yang berlebihan, aku benci ketika membayangkannya mereka sedang berbahagia diatas kebohongan sekalipun. Berpura-pura bodoh adalah hal yang sangat dibenci Tuhan, begitupula aku. Sepengetahuanku, manusia tidak akan berubah secepat angin. Coba kamu pahami lebih jeli lagi, apa benar manusia yang … Continue reading Menulis dendam begitu cantik, sampai aku tidak sadar bahwa ini berisikan doa-doa yang tidak pantas.

Membaca mantra sambil mengumpat sejadi-jadinya

Aku adalah pendendam yang baik sekaligus penyair yang payah. Aku menginginkan amnesia tapi juga ingin mengabadikannya sebagai amarah. Hari-hari setelah aku menemukan diriku meninggalkan tempat yang kuanggap sebagai rumah Aku selalu menemukannya pada celah-celah jendela yang terbuka Aku juga menemukannya pada lubang toilet Tempat dimana orang-orang meninggalkan kotoran mereka sendiri Aku juga sesekali menemukannya di … Continue reading Membaca mantra sambil mengumpat sejadi-jadinya

Senjata Paling Hebat di Muka Bumi

Kau tau tidak kenapa aku sangat mencintai tumpukan buku-buku puisiku? Sebab disana ada peluk cium puluhan kekasih yang dibentangi jarak, Juga kepedihan kesalah-pahaman yang mereka timbun dibawah bantal mereka masing-masing. Setiap malam, aku merakitnya menjadi senjata mematikan. Agar bisa mengasah cinta lebih tajam dari cinta yang pernah ada sebelumnya. Bila nanti ada kesempatan temu di … Continue reading Senjata Paling Hebat di Muka Bumi

Aku harap Tuhan selalu bermurah hati

Aku selalu ingin berdekatan denganmu, pagi sekali kita duduk menghadap pohon-pohon jati. Berbincang tentang burung kecil yang bersandar di pucuk teratas sebuah ranting. Juga perdebatan tentang suara hewan kecil yang berdengung kencang; entah apa namanya. Kebahagiaan bagiku selalu murah, semudah secangkir kopi sedikit gula. Kentut di hadapanmu tanpa malu-malu. Juga mie instant pedas yang kau … Continue reading Aku harap Tuhan selalu bermurah hati

Dua puluh ribu tahun bersamaku apa kau sanggup melakukannya?

Aku ingin punya banyak waktu untuk membaca ribuan puisi cinta demi bisa menuliskan satu saja puisi berkesan yang akan merasuk juga menusuk jauh kedalam sukmamu. Aku ingin melukainya lebih daripada pesakitan yang diberi kolesterol pada jantung pasiennya. Supaya kau ingat aku terus menerus. Supaya kau ketergantungan aku selama lamanya. Aku ingin menempel padamu bak celana … Continue reading Dua puluh ribu tahun bersamaku apa kau sanggup melakukannya?

Merayakan kerinduan.

Aku melihat pendar cahaya, Terpecah di antara lampu-lampu. Merah kuning merah kuning, Memecahkan isi kepalaku. "Katamu kau basah kehujanan, petir bersahutan begitu kencang, membuat kau bersedih ketakutan" Diluar hujan lebat. Suaranya meneriakiku dengan keras. Kulitku seakan dihujam benda tajam, Kulihat kakiku penuh lumpur kotor. Pedih dan pedih. Lenganku tak kena air, Tapi krahku basah. Tubuhku … Continue reading Merayakan kerinduan.

halo, selamat malam.

Selamat malam, dariku yang sedang berkesusahan, Kamu setuju tidak bahwa pada kenyataannya jarak yang kau bangun adalah kekecewaan yang bekerjasama dengan kekacauan yang ada dikepalamu? sedangkan kamu sendiri adalah sang pemilik api yang kelupaan dimana menyimpan air untuk memadamkan bara yang sudah terlanjur kau sulutkan. Sudah selarut ini lalu-lalang kendaraan masih bising ditelingaku, aku masih … Continue reading halo, selamat malam.

Jika jatuh cinta adalah pilihan, maka dari dulu aku akan menjatuhkan diri kepadamu.

Jika jatuh cinta bagimu adalah puisi paling melankoli di dunia, maka aku akan memberikanmu secawan embun pagi dari sungai terdekat dari bulan. agar kau bisa terus menikmatinya dengan terheran-heran. Jika jatuh cinta bagimu adalah rindu yang sulit untuk kau tuntaskan, maka aku akan menempel bagimu bak darah pada daging yang tidak bisa dipisahkan satu-sama lain. … Continue reading Jika jatuh cinta adalah pilihan, maka dari dulu aku akan menjatuhkan diri kepadamu.