sekedar waktu

PicsArt_1449971553909[1]Tentang hujan yang membawa kenangan itu….

Dua orang duduk di balkon sebuah kedai kopi, mereka pelanggan pertama. Dua orang yang saling menyayangi, dua orang yang saling membahagiakan, dua orang yang berjanji akan saling bersama, dua orang yang dimabuk asmara. Mereka selalu datang, entah untuk membicarakan apa, untuk menunggu senja berlalu, atau untuk sekedar menunggu hujan tiba.

Kini aku mulai menghapusnya….

Untuk apa ?

Untuk kita.

Aku memperhatikannya setiap kali mereka datang, seperti pemuda pada umumnya, laki-laki itu terlihat membara, dan wanita disampingnya terlihat lembut. Mereka pasangan yang menyenangkan, menurutku.

Bagaimana kalau kita pesan kopi ?

Tidak, kau tak pernah meminumnya disini.

Aku ? bukankah kamu ?

Iya, aku juga. Mari kita pesan seperti apa yang biasa kita pesan.

Mereka duduk, berbincang cukup lama. Laki-lakinya memesan ice chocolate, dan wanitanya memesan ice blend. Mereka tak pernah berganti menu. Pernah, tapi mungkin hanya mengganti rasa. Mereka begitu asik, saling tertarik akan pembicaraan satu sama lain, cukup menyenangkan.

Jadi, akan memperbincangkan apa kita kali ini ?

Bagaimana dengan rasi bintang ?

Kamu tahu apa tentang rasi bintang ? aku bahkan sama sekali tak mengerti.

Aku suka melihatnya saja.

Apa kamu bisa menarik garis antar satu bintag ke bintang lain ?

Tidak.

Sama, aku juga tak pernah bisa.

Bagaimana dengan benda tak berkilau itu, apakah dia planet ?

Hei, planet tak bisa dilihat dengan kasat mata.

Planet bisa, waktunya yang tak biasa.

Sepertinya mereka sedang membicarakan bintang, bulan, atau pesawat yang lewat diatas kedai kami. Mereka selalu melakukannya, pembicaraan konyol yang menyenangkan, dan mungkin sedikit menambah ilmu satu sama lain.

Coba lihat, ada bintang jatuh.

Mana ? ah, aku selalu gagal melihatnya.

Kamu hanya kurang beruntung.

Selalu tak beruntung.

Jangan begitu.

Wanitanya merengek manja, lelakinya mengusap lembut kepala wanita disampingnya. Oh ya, mereka tak pernah terlihat duduk berhadapan. Mereka selalu duduk bersampingan, setara satu sama lain. Entah mengapa.

Kamu tahu, apa beda awan, kabut, dan asap ?

Tunggu, biar aku cari di google, aku takut salah menjawabnya. Nanti kita kesasar bareng.

Mereka tertawa lagi, sesekali kulihat wanitanya menyembunyikan kotak rokok lelaki disampingnya itu, like a normal person, wanita memang seperti itu. Katanya untuk kesehatan, tapi apalah. Kematian takdir bukan gara-gara sebatang rokok. Kecuali kalau batang rokok itu ditelan bersama api, barulah bisa mati.

aku sudah tahu.

Jadi ? ceritakan.

Awan adalah sekumpulan uap air yang berada di ketinggian tertentu.

Kalau kabut ? bukankah sama ?

Kamu benar, kabut memiliki partikel yang sama dengan awan, hanya saja kabut terbentuk lebih landai dari awan, partikel kabut juga lebih lembut, dan ia lebih cepat melebur daripada awan.

Kalau asap ?

Nah, asap adalah hasil pembakaran. Jauh beda, asap polutif.

Mereka tertawa lagi, barusaja kukirim satu menu kesukaan mereka. Mereka pelanggan kesukaanku, walau tak setiap hari berkunjung. Mereka selalu punya cerita untuk dibagikan. Pernah wanitanya memintaku memutar lagu kesukaannya, aku jadi tahu dia suka folk. Dia juga suka membaca, lelakinya juga. Aku pernah melihat mereka membaca bersama, tak saling bicara. Tenggelam dalam dunia masing-masing.

Lihat, bintang yang tadi sudah jauh disana.

Iya, bumi berotasi. Seperti hidup. Kadang hidup lebih cepat berotasi daripada bumi.

Tugas kita memperjuangkan hidup.

Tugas kita menikmati hidup.

Memperjuangkan, agar esok kita masih bisa tetap hidup.

Menikmati, agar bila kita mati esok, tak ada penyesalan.

Kamu keras kepala ya.

Apakabar kamu ?

Mereka sudah duduk hampir 5 jam disana, tak ada bosan terlihat. Bahkan menguap pun tidak. Mereka begitu menikmati waktu yang diberikan. Gadget hanya digunakan sesekali, oh ya terkadang aku memergoki wanitanya menulis sesuatu di atas tissue kemudian memberikan itu pada laki-laki disampingnya. Setelah dibaca, tissue itu dimasukkan dompet, entah apa isinya.

Sudah malam, ayo pulang.

Sebentar lagi, aku masih ingin menikmati kebersamaan kita sedikit lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s