Teriakan paling anjing dimuka bumi ini

Rindu yang kau tawarkan seperti riakan minuman keras yang tidak boleh kusentuh lagi setelah aku kenyang menenggak susu murni. Bahkan kau harus tau bila tertenggakpun akan kumuntahkan sekali lagi.

Aku cukup mengenali diriku sebagai air yang tidak bisa kau tampung dalam wadah sebesar apapun. Jadi ada baiknya kau jadi hujan dan menangisiku sepanjang tahun sampai-sampai aku dan kamu beradu sesak dan membuatku menyesal pernah pergi meninggalkan tempat yang kau siapkan untukku.

Berserakan sudah gelasnya disana retak dalam dingin, tidak ada lagi air tertampung. Bukan aku; bukan kamu. Dan aku cukup memandanginya tanpa ingin berbuat sesuatu; sudahi sekarang atau tidak sama sekali.

Tirtasya

Surabaya, 10 juni 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s