Bagaimana hidup berjalan setelah kamu datang dan mengajariku cara mencintai diriku sendiri.

Ketika aku sedang melamunkan sesuatu

Kamu bisa menceritakan kepadaku sebuah mimpi

Juga cerita tentang anak-anak kita yang sudah mulai bisa bermain lidah

Dan ekornya yang mulai keluar bintik lucu

Atau tentang

Dapur yang kau bangunkan untukku sudah hampir selesai pengerjaannya.

People won’t get hurt, but i want.

People hate to get hurt, but i enjoy it.

Semua yang terjadi dalam hidup kita

Tidak ada yang sia-sia.

Tidak ada yang lebih dewasa selain diri kita yang mencoba mendewasai diri kita sendiri.

Untuk itu, kita butuh makan banyak.

Dan aku akan memasak banyak untuk asupan kita.

Aku akan memasak risol

Aku akan memasak spageti

Besoknya masak sayur asem

Atau kepiting kalau perlu

Aku akan berhenti menonton film cinta,

Film cinta tidak lebih bagus dari hari-hari yang kini kujalani bersamamu

Menciummu dimuka umum sudah bukan jadi hal yang kuinginkan lagi, karena aku bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja

Anugerah macam apa ini?

Bukankah ini sangat berlebihan?

Aku cape jalan kaki,

Pengen kamu gendong tapi aku takut kamu kepayahan

Aku pengen beli eskrim,

Tapi takut sama kepengenanku yang banyak sekali malah merepotkan semua orang.

Jika puisi adalah kesedihan

Maka aku adalah manusia paling sedih dimuka bumi

Tubuhmu adalah bola api

Yang perlahan masuk melalui mata ke otakku, lalu jatuh ke kerongkonganku; ke lambungku; Ke limpaku; ginjalku; usus-ususku dan berlarian didalamnya.

Dan berakhir dengan bersemayam di jantungku.

Yang artinya;

Saat bola api memutuskan pergi.

Tersisa luka hebat didalamnya.

Benar saja aku tidak menginginkan itu.

Bola salju juga aku tak ingin.

Bayangkan saja tubuhku dipenuhi suhu minus sampai organku semua membeku

Merasakan genggammu saja nanti aku tidak bisa.

Aku sungguh tidak mau.

Aku besok mengirim buku.

Didalamnya ada perasaanku yang nanti bisa kau baca seumur hidupmu.

Aku akan memenuhi hidupmu dengan kata dan kalimat yang selalu ingin kau pandangi setiap hari.

Aku adalah rumah yang selalu ingin kau singgahi,

Bahuku lebih kokoh dari paku bumi

Bahuku lebih bisa mencari saripati kehidupan daripada pohon

Bahuku adalah masjid yang bertahan ditengah tsunami

Kata-kataku berserakan disana sini

Dibawah bantal, di sudut kasur, juga di ujung bibirmu.

Terlalu banyak yang ingin aku syukuri sampai jemari dan otakku tidak bisa jadi satu

Payah sekali rasanya.

Sebagai penutup,

Sungguh berbahagia aku

Wajibnya aku bersorak sorai

Atas apa yang sudah terjadi padaku di masa lalu juga kini.

Dan sekarang,

Aku terus berdoa supaya ini akan bertahan lama; hingga aku bisa terus mencintaimu

Dan kamu bisa terus mencintaiku

Sampai alam berikutnya.

Surabaya, 19 maret 2021.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s